Perbedaan Print Flatbed dan Roll-to-Roll, Jangan Asal Pilih!
Di tengah kemajuan industri percetakan saat ini, terdapat dua teknologi yang sering dibandingkan yakni print flatbed dan roll-to-roll. Keduanya sama-sama menawarkan keunggulan serta fleksibilitas dalam produksi. Kendati begitu, pilihan yang salah bisa berdampak pada biaya, kualitas, hingga efisiensi kerja.
Memahami Perbedaan Print Flatbed dan Roll-to-Roll
Sebelum memutuskan investasi mesin atau memilih vendor percetakan, memahami perbedaan mendasar kedua teknologi ini menjadi langkah penting. Ini bertujuan sehingga nantinya hasil akhir cetak lebih memuaskan. Berikut masing-masing karakteristiknya.
Percetakan Flatbed
Flatbed adalah teknik cetak digital yang menggunakan permukaan datar (flat) sebagai meja untuk media cetak. Medianya bisa berupa material tebal, keras, bahkan tidak fleksibel. Termasuk akrilik, kayu, metal, kaca, keramik dan PVC. Mesin flatbed mengandalkan teknologi UV ink yang disinari lampu UV. Maka dengan begitu, tinta bisa langsung mengering seketika.
Cara kerja print flatbed sendiri cukup sederhana namun sangat presisi. Berawal dari media ditempatkan di atas meja datar (flatbed). Kemudian kepala printer bergerak maju–mundur melintasi permukaan media. Mirip printer inkjet namun dalam skala lebih besar. Saat tinta disemprotkan, lampu UV menyala bersamaan untuk mengeringkannya secara instan.
Ada banyak keunggulan pada teknik cetak flatbed. Salah satunya bisa mencetak di berbagai media tebal dan rigid, cocok untuk signage, display, dekorasi, hingga produk custom souvenir. Lapisan tinta bisa tercetak bertingkat (layering), misalnya untuk efek emboss, tekstur timbul, atau hasil 3D.
Akurasinya juga tidak perlu kita ragukan. Dimana flatbed menjanjikan hasil cetak detail, tidak mudah luntur atau tergores.
Hanya saja, harga mesinnya memang lebih mahal. Selain itu, kurang ideal untuk produksi volume besar pada media fleksibel seperti vinyl panjang. Bahkan, sering kali area cetak terbatas pada ukuran meja mesin.
Print Roll-to-Roll
Di sisi lain, print roll-to-roll adalah teknik yang mencetak pada media dalam bentuk gulungan (roll). Media yang biasa digunakan antara lain vinyl (stiker), banner (frontlite), wallpaper, serta canvas.
Mesinnya sangat cocok untuk produksi cetak dalam volume besar dengan media fleksibel. Prosesnya juga bisa berulang karena media berbentuk gulungan. Selain itu, biaya produksi lebih efisien untuk jumlah besar. Bahkan, hasil warna tetap stabil dan tajam, tak kalah dengan print flatbed, terutama pada mesin eco-solvent/latex.
Akan tetapi, kekurangannya tidak bisa mencetak pada media tebal atau keras. Proses finishing seperti laminasi dan pemotongan juga sering dibutuhkan. Ini kerap menambah tenaga kerja. Di samping itu, selama proses cetak rentan geser jika material murah atau kualitas mesin kurang baik.
Baik cetak flatbed maupun model roll-to-roll memiliki keunggulan masing-masing. Saat memilih, pastikan menyesuaikan opsi berdasarkan kebutuhan produksi. Untuk hasil premium pada media keras dan tebal, print flatbed adalah pilihan terbaik. Sementara untuk produksi massal pada media fleksibel, roll-to-roll cocok jadi solusi paling efisien.

