Standard Wireless charging, antara Qi, PMA dan AirFuel

Teknologi wireless charging sudah lama ada, namun penerapannya di produk consumer elektronik baru pada sikat gigi elektrik. Kemudian teknologi ini dikembangkan untuk diterapkan di smartphone agar pengguna hp tidak lagi harus ngecas hp dengan mencolokkan kabel usb ke hp. Cukup dengan meletakkan hp di atas charging station atau charging pad, maka hp sudah bisa dicas kembali.

Teknologi yang digunakan dalam wireless charging, yaitu induksi medan magnet dan resonansi medan magnet. Dari dua teknologi wireless charging ini, dihasilkan beberapa standard wireless charging oleh masing-masing lembaga atau konsorsium. Mereka berlomba menetapkan standard wireless charging masing-masing. Tujuannya sederhana, yaitu selama charging pad dan smartphone menggunakan standard wireless charging yang sama, walaupun berbeda merk atau produsen, maka akan tetap berfungsi dengan baik. Misalkan anda punya hp merk Samsung yang sudah dilengkapi wireless charging yang sesuai dengan standard Qi, maka hp tersebut dapat di cas di atas wireless charging pad merk apa saja jika charging pad tersebut juga menggunakan standard Qi. Begitu juga sebaliknya.

The Wireless Power Consortium Logo Qi

 

Ada beberapa standard dalam teknologi wireless charging, yaitu:

1. Standard Qi (baca Chee) wireless charging yang dikeluarkan oleh WPC, Wireless Power Consortium. Standard Qi wirelees charging pada awalnya didasarkan pada teknologi induksi medan magnet. Namun pada perkembangannya standard Qi juga menggunakan teknologi resonansi medan magnet. Jadi standard Qi sekarang didasarkan pada teknologi induksi dan resonansi magnetis. Hingga saat ini standard Qi ini yang paling banyak di adopsi oleh mayoritas produsen hp. Bahkan Perusahaan Apple pun akhirnya berkiblat pada standar Qi wireless charging ini pada 2017 kemarin untuk produk iPhone 8 dan iPhone X nya.

2. Standard Powermat dikeluarkan oleh Power Matter Alliance, PMA. Prinsip kerjanya yaitu memanfaatkan induksi medan magnet. Walaupun menggunakn teknologi yang sama, antara Powermat dan Qi tidaklah kompatible. Artinya hp yang dilengkapi standard Qi wireless charging tidak bisa di cas pada wireless charger yang menggunakan standard PMA. Namun ada beberapa hp yang sudah mengadopsi ke dua standard ini, sehingga dapat dicas pada wireless charger yang menggunakan standard QI maupun PMA. Contohnya, Galaxy Note 8, S8, dan S7.

3. Standard Rezense dikeluarkan oleh A4WP, Alliance for Wireless Power. Standard ini menggunakan teknik resonansi medan magnet untuk mentransfer energy. Kelebihan standard ini, hp tidak harus persis berada di atas charging pad. Bahkan satu charging pad dapat digunakan untuk mengecas beberapa hp sekaligus. Disamping itu, jarak pengecasan bisa lebih jauh dibanding dengan sistem yang menggunakan induksi medan magnet. Namun standard Rezense ini memerlukan bluetooth untuk berkomunikasi dengan perangkat hp yang di cas. Dan standard ini dianggap kurang efisien karena besarnya transfer energy lebih rendah dibanding teknologi induksi magnetis.

4. Antara PMA (Power Matters Alliance) dan A4WP (Alliance for Wireless Power) bergabung membentuk Air Fuel Alliance yang kemudian menghasilkan standard teknologi wireless charging dengan nama AirFuel.

Semenjak Apple memutuskan untuk mengadopsi standard Qi wireless charging untuk iPhone 8 dan iPhone X pada 2017 silam, polarisasi standard wireless charging mulai mengerucut ke standard Qi. Apple yakin kelak akan semakin banyak hotel, airport dan tempat-tempat umum akan mengadopsi standard Qi sehingga pengunjungnya bisa ngecas hp yang telah banyak menggunakan standard Qi ini.

Starbuck yang sebelumnya telah mengadopsi standard PMA, mungkin akan berfikir kembali sejak Apple secara resmi telah mengadopsi Qi wireless charging. Jika tidak, perangkat wireless charger yang telah dibangun yang menggunakan standard PMA tidak akan berfungsi bagi pengunjung yang menggunakan Qi wireless charging seperti pengguna iPhone 8 dan iPhone X.

Keputusan Apple tersebut juga akhirnya mempengaruhi lembaga PMA (yang mengeluarkan standard Powermat) untuk ikut bergabung dengan WPC dalam mengembangkan standard Qi wireless charging pada awal 2018 ini. Hasilnya, PMA mengeluarkan standard baru yang dinamakan Charging Spot 4.0 yang juga kompatibel dengan perangkat yang menggunakan standard Qi wireless charging.
Bagaimana aliansinya dengan A4WP dalam mengembangkan standard AirFuel? Sepertinya mereka masih bekerja mengembangkan standad AirFuel ini. Yang pasti hingga saat ini belum ada produsen hp yang mengadopsi standard AirFuel.

Seberapa pentingkah standard wireless charging ini bagi kita?
Jika semakin banyak produsen hp dan produsen wireless charger menggunakan standard yang sama, tentu ini akan semakin mempermudah pengguna hp. Jika di bandara, tempat2 umum atau hotel telah membangun perangkat charging station dengan standard yang sama dengan hp yang kita miliki, kita tidak akan khawatir bepergian kelupaan membawa charger atau power bank lagi. Karena di tempat tempat tersebut kita tetap bisa ngecas hp tanpa direpotkan dengan,
“Permisi mas, bisa numpang ngecas hp?” atau
“Colokkan listriknya di mana ya mas, sy mau ngecas hp”.


Terkait:
– Apa maksud Wireless Charging, cas batttery tanpa kabel
– Mengenal battery 18650, bettery dengan power besar