Hal yang perlu di ketahui dari virus Ransomware WannaCry

Akhir-akhir ini media online dan TV nasional maupun internasional diramaikan berita banyak komputer yang terserang virus, Ransomware WannaCry. Serangan ini dimulai pada Jumat 12 Mei lalu dan sudah meluas ke ratusan ribu komputer di lebih dari 150 negara. Apa dan bagaimana mengantisipasi virus Ransomware Wannacry, silahkan ikuti terus tulisan ini.

Apa itu Ransomware WannaCry?
Di dunia software ada istilah Malware. Malware singkatan dari Malicious software yang berarti software jahat yang jika sempat masuk ke sistem komputer dipastikan akan banyak membuat kerusakan baik data atau sistem dalam komputer. Ransomware adalah salah satu jenis Malware yang memblokir akses ke komputer atau data-data tertentu dan kemudian meminta tebusan (biasanya berupa uang) jika korban ingin komputer atau data-datanya bisa diakses kembali. Ransom bermakna tebusan. Dan WannaCry adalah nama virus trojan yang tergolong dalam jenis Ransomware ini.

Apa tujuan Ransomware WannaCry?
Ransomware WannaCry adalah jenis virus trojan yang bertujuan menyandera sebagian besar bahkan semua data dalam komputer (dengan cara mengenkripsi atau mengunci data-data tersebut sehingga tidak bisa diakses) dan meminta tebusan (ransom) jika pemilik komputer menginginkan data-data tersebut dapat diakses kembali.

Komputer yang terinfeksi virus ransomware WannaCry akan muncul tampilan seperti gambar┬ádi bawah ini. Ada pemberitahuan bahwa file-file telah di-enkripsi dan file tersebut masih tetap ada namun tidak bisa diakses sampai pemiliknya membayar uang sejumlah $300 dalam bentuk bitcoin. Jika tebusan tidak dibayar dalam waktu 3 hari, nilai tebusan digandakan menjadi $600. Dan setelah 7 hari tebusan tidak juga dibayarkan virus WannaCry akan ‘menghabisi’ seluruh file yang telah dibajak/enkripsi. Dan data-data kita akan hilang.

Langkah antisipasi sebelum terkena Ransomware WannaCry.
Target dari virus WannaCry adalah komputer yang berbasis Windows terutama Windows XP, Windows 8 dan Windows server 2003. Namun bukan berarti Windows yang lain dan OS selain Windows akan aman karena varian virus WannaCry akan selalu bermunculan dengan kemampuan lebih dibandingkan varian sebelumnya. Ini terbukti dua hari sejak serangan virus terjadi, pada 14 Mei telah terdeteksi dua varian WannaCry yang baru yang memiliki kemampuan lebih.

 

Untuk pencegahan, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Putuskan koneksi komputer ke internet atau jaringan komputer lokal. Dengan cara matikan WiFi atau cabut kabel LAN yang menghubungkan komputer ke jaringan lokal atau internet. Intinya biarkan komputer sendiri.
  2. Lakukan backup data pada hardisk eksternal. Kemudian simpan.
  3. Aktifkan kembali koneksi internet, lakukan update security sesuai dengn sistem operasi yang digunakan. Bagi pengguna OS Windows ikuti petunjuk Microsoft untuk update sistem security. Jika ada email atau kiriman data masuk dari luar, sebaiknya jangan dibuka dahulu sebelum update security selesai.
  4. Install juga sistem antivirus dan lakukan scan file untuk membersihkan virus atau malware yang ada.

Cara penyebaran virus Ransomware WannaCry.
Email masih menjadi pintu utama cara penyebaran virus ini. Ransomware WannaCry tersembunyi di balik data yang dikirim melalui email. Hati-hati terhadap email dari luar yang mengandung link atau terdapat file attachement terutama file dari jenis Microsoft Office yang meminta anda untuk segera membuka file tersebut. Kecuali jika anda betul-betul tahu dari mana email tersebut berasal.

Jika virus sudah masuk ke salah satu komputer sebuah instansi, virus ini dapat dengan mudah menyebar ke perangkat komputer lainnya secara otomatis tanpa harus ada krim-kiriman data.

Bagaimana jika komputer sudah terinfeksi virus WannaCry?
Sejauh ini belum ada sofware dekripsi (Decryptor) untuk membuka file yang telah di-enkripsi oleh virus WannaCry. Perusahaan Antivirus dan Cyber security sedang bekerja keras membuat dekriptor nya.Yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi penyebaran virus ini dengan memutuskan koneksi ke internet atau jaringan komputer lokal. Sambil menunggu atau mencari software dekriptor WannaCry. Jika mau ya ikuti maunya sang hacker dengan membayar sejumlah tebusan. Namun Pak Menkominfo kita, di acara Apa kabar Indonesia Pagi di TV One, Senin 15 Mei kemarin, menyarankan untuk tidak menuruti permintaan sang hacker. Karena tidak ada jaminan setelah membayar tebusan sang hacker akan memberikan software dekriptornya.