Apa maksud smartphone atau tablet refurbished

Apa maksud smartphone atau tablet refurbished

Refurbished artinya diperbaharui. Smartphone atau tablet refurbished berarti smartphone atau tablet tersebut telah diperbaharui; diinspeksi, dibersihkan, diganti komponen yang cacat atau rusak, ditest kembali sehingga barang tersebut bisa berfungsi seperti smartphone atau tablet yang baru.

Handphone Refurbished

Idealnya sebuah barang dikatakan refurbished jika masuk dalam salah satu kriteria berikut:

  1. Barang yang telah dibeli, digunakan beberapa saat kemudian dikembalikan.
  2. Barang yang datang ke toko dengan kemasan yang rusak atau cacat dibagian luarnya.
  3. Barang yang digunakan sebagai perangkat demo.
  4. Barang yang dikembalikan ke produsen karena terdapat cacat.

Kemudian barang-barang tersebut di atas dikembalikan ke produsen. Diinspeksi, diservice, diganti komponen yang cacat, ditest kembali, dan siap untuk dijual kembali ke pasar, maka barang dijual sebagai barang refurbished bukan sebagai barang baru dan dengan harga yang lebih rendah.

Contoh yang bagus dalam hal ini, adalah produk refurbished dari Apple yang bisa di lihat di online store nya. Contoh yang lain seperti Galaxy Note 7 Samsung. Setelah mengalamai kecelakaan tahun lalu, Samsung menarik produk Galaxy Note 7 dari pasar secara besar-besaran, kabarnya hampir 2 juta unit. Kemudian setelah di “opname”, Galaxy Note 7 kabarnya akan kembali ke pasar dengan status Refurbished.

Dari kedua contoh di atas, smartphone atau tablet refurbished bukanlah smartphone atau tablet yang baru (Brand New) namun bukan pula berarti barang tersebut sudah lama dipakai. Mungkin lebih tepatnya, barang yang dikembalikan dalam masa garansi baik setelah ditemukan cacat atau tidak. Penjualannyapun hampir sama dengan barang baru, lengkap dengan aksesoris, buku manual dan masa garansi seperti dicontohkan pada produk refurbished Apple. Berikut screenshot produk refurbished di situs resmi Apple.

Refurbished Apple products

Antara Refurbished dan Factory refurbished.
Contoh di atas bukan menjadi standard sebuah barang dikatakan sebagai barang refurbished karena tidak ada aturan khusus mengenai hal ini. Masing-masing produsen memiliki kriteria sendiri untuk menentukan sebuah barang refurbished atau bukan. Apalagi sekarang bermunculan perusahaan yang memproduksi smartphone atau tablet refurbished. Mereka service, ganti komponen yang rusak di test dan kemudian dijual sebagai barang refurbished. Entah dari mana mereka mendapatkannya yang pasti produk refurbished yang dijual usianya relatif tidak terlalu tua jika dilihat kapan pertama kali produk ini muncul di pasaran.  Bahkan model tersebut juga masih dijual oleh produsennya.

Dari sini kemudian muncul istilah Factory Refurbished atau Certified Refurbished. Untuk menunjukkan bahwa smartphone atau tablet tersebut telah mengalami proses refurbish sesuai dengan standard produsennya. Komponen yang rusak diganti dengan komponen yang asli dan baru, proses pengujian dilakukan seperti produk baru. Namun kemudian dijual kembali sebagai smartphone atau tablet refurbished dengan garansi yang kadang sama seperti smartphone atau tablet baru.

Sedangkan istilah Refurbished umumnya ditujukan untuk proses perbaikan yang dilakukan oleh pihak ke tiga yang tidak melibatkan produsen aslinya (OEM, Original Equipment Manufacturer). Di luar tanggung jawab OEM. Dan proses refurbish serta penggantian komponen yang rusak dan pengujian hanya didasarkan pada kebijakan perusahaan tersebut. Biasanya perusahaan refurbish yang kredibel, akan memiliki situs yang memajang produk-produk hasil refurbished nya. Konsumenpun bisa berinteraksi dengan petugasnya.

Namun banyak juga toko-toko retail yang juga terdapat teknisi servicenya. Mereka juga menjual smartphone atau tablet refurbish dari teknisinya sendiri. Diantara mereka ada yang bisa dipercaya namun banyak juga yang tidak bisa dipercaya. Di antara mereka ada yang melakukan service dengan cara kanibal. Smartphone atau tablet yang sudah mati, diambil komponennya lalu dipasang ke smartphone atau tablet refurbished. Karenanya smartphone atau tablet refurbished, sulit untuk memastikan kualitasnya.

Jika memang ingin membeli smartphone atau tablet refurbished sebaiknya cari dulu produk yang barlabel Factory Refurbished. Karena seperti disebutkan di atas, produk ini mendapat jaminan atau garansi langsung dari produsen aslinya, ada kebijakan pengembalian produk dan (mungkin) dilengkapi aksesoris seperti ketika beli baru. Kemudian jika mencari produk refurbished, sebaiknya lakukan survey secara online atau offline (mengunjungi toko-toko retail). Jika memungkin (atas seijin penjualnya) intall aplikasi seperti DevCheck dari palystore. Aplikasi ini akan menampilkan semua spesifikasi hardware di dalam smartphone atau tablet tesebut. Chipset, resolusi layar, kamera depan dan belakang, kapasatitas RAM, bahkan kode IMEI tertampil jelas. Dan terakhir perlu dipastikan ada tidaknya garansi dan kebijakan pengembalian barang. Ini akan membuat konsumen tidak rugi banyak jika kelak harus mengembalikan barang tersebut.


Lihat juga:
– Fitur-fitur pada ZenUI yang mungkin belum anda ketahui
– One-handed mode: Mode Satu tangan pada Redmi Note 4
– Apa itu NFC dan bagaimana cara menggunakannya
– Apa beda Phablet dan Tablet
– Jenis-jenis layar sentuh pada smartphone
– Fitur dan spec Samsung Galaxy S8 dan S8+ 2017