Setting Anti Flicker (anti kedip) pada camera android - de-Tekno.com

Setting Anti Flicker (anti kedip) pada camera android

Jika kita mengambil gambar dari layar komputer atau laptop, biasanya hasilnya akan teradapat beberapa garis tebal atau pita gelap horisontal di layar monitor. Hal yang sama juga akan ditemukan jika merekam video pada layar TV tabung (CRT) atau lampu neon (fluorescent). Inilah yang dinamakan dengan kedipan atau Flicker. Kedipan atau flicker ini tidak terasa pada mata telanjang. Namun jika menggunakan kamera, kedipan ini akan cukup terasa.

Untuk mengatasi masalah kedip ini saat merekam gambar atau video, camera perangkat android sudah dilengkapi dengan fitur anti kedip yang diistilahkan dengan Anti Flicker. Untuk melihatnya silahkan buka settings pada camera android anda. Pada sebagian camera android, pilihan Anti Flicker ini hanya dua, yaitu 50Hz dan 60Hz. Pada sebagian camera android yang lain pilihan Anti Flicker ini ada 4, yaitu Off – Auto – 50Hz – 60Hz. Kedua jenis pilihan ini tetap sama saja mengacu pada 50Hz dan 60Hz. Seperti pada gambar berikut.

Settings anti flicker pada camera android

Settings anti flicker pada camera android

Aktifkan anti Flicker

Cara aktifkan atau settings Anti Flicker:

  1. Aktifkan fungsi camera
  2. Klik bagian settings ikon bergambar roda gigi, akan muncul jendela popup
  3. Cari bagian Anti Flicker atau Anti Banding. Istilah ini berbeda-beda di sebagian merk hp. Silahkan pilih setting yang maknanya kira-kira mendekati dan isi nya pasti  terdapat pilihan 50Hz dan 60 Hz.
  4. Di jendela yang  muncul terdapat pilihan Off-Auto-50Hz-60Hz (tergantung merk hp). Silahkan pilih 50Hz.

Update 2021

Berikut hasil pengambilan gambar antara camera Anti flikcer ON/50Hz dengan Anti flicker Off /60Hz

Hasil gambar antara Anti Flicker On dan Off

Gambar atas terlihat pita gelap horisontal, Anti Flicker Off/60Hz, Gambar bawah, kedipan tidak kelihatan, Anti Flicker On/50Hz

Kenapa 50Hz dan 60Hz?

Kedipan yang dihasilkan oleh layar komputer atau TV, merupakan imbas atau efek (tidak langsung) dari frekuensi jaringan listrik AC di wilayah tersebut. Karena Indonesia menggunakan jaringan listrik AC 220V, 50Hz, maka frekuensi kedipan atau flicker pada layar komputer juga memiliki frekuensi 50Hz. Karenanya untuk kita yang berada di Indonesia settings Anti Flicker kita pilih 50Hz. Sedangkan di beberapa negara lain terutama di Amerika Utara, frekuensi jaringan listrik AC nya adalah 60Hz. Dan memang di dunia ini hanya dua frekuensi jaringan listrik yang di gunakan, yaitu 50Hz dan 60Hz saja. Karenanya pilihan settings Anti Flicker pada camera android juga hanya 50Hz dan 60Hz saja.

Antara Flicker dan Refresh rate

Pada teknologi pertelivisian, kedipan atau flicker pada layar diistilahkan dengan Refresh Rate. (Kalau di camera kedipan yang terekam camera diistilahkan dengan Flicker). Refresh rate maksudnya adalah jumlah gambar yang ditampilkan dalam setiap detik dengan satuan fps (frame per second). Satuan fps sama saja dengan Hz (jumlah getaran atau siklus dalam satu detik).

Pada perangkat TV lama, Refresh rate ini nilainya 50 fps atau 60 fps, tergantung dari besarnya frekuensi jaringan listrik lokal, 50 Hz atau 60 Hz. Jika kita mengarahkan camera ke TV tabung, camera akan menangkap Refresh rate yang besarnya 50 fps atau 60 fps ini. Dan ini dianggap Flicker oleh camera. Untuk mengkompensasi nilai Refresh rate pada pesawat TV ini, camera dilengkapi dengan fitur Anti Flicker yang nilainya bersesuaian dengan nilai Refresh rate ini (50 fps atau 60 fps). Karenanya pilihan pada fitur anti flicker hanya dua jenis frekuensi saja, 50Hz dan 60Hz.

Pada perangkat HDTV saat ini, nilai Refresh rate sudah digandakan, 120 fps atau bahkan 240 fps. Karenanya jika kita mengarahkan camera kita ke HDTV saat ini, kedipan nya sudah tidak kelihatan di camera. Seolah-olah gambarnya tenang tanpa kedipan sama sekali.

(Lihat juga: Maksud dan fungsi HDR pada camera smartphone)

Antara PAL dan NTSC

Sebagai tambahan, dulu kita kenal dengan istilah PAL dan NTSC pada sistem penerimaan siaran TV. PAL mengacu pada frekuensi 50Hz dan NTSC mengacu pada frekuensi 60Hz. Karenanya di negara yang menggunakan jaringan listrik AC dengan frekuensi 60 Hz, sistem penyiaran yang digunakan adalah NTSC, sedangkan negara yang menggunakan jaringan listrik AC dengan frekuensi 50 Hz, seperti Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, menggunakan sistem penyiaran PAL. Namun sekarang istilah PAL dan NTSC sudah jarang terdengar lagi karena pada perangkat HDTV sudah terprogram secara otomatis mengikuti sinyal siaran yang diterima HDTV tersebut.


Artikel terkait:

Maksud dan fungsi dual camera pada handphone android
Jenis Camera pada hp Triple Camera
Maksud dan fungsi Quad Camera pada hp
– Android printing bag-1: Print file langsung dari perangkat android
– Android Printing bag-2: Cara setup dan menggunakan Google Cloud Print
– Android printing bag-3: Print file langsung dari perangkat android via USB OTG
– Maksud dan fungsi HDR pada camera smartphone

error: Content is protected !!