Sistem Operasi [OS] pada Smart TV 2015: Android TV, Firefox, Tizen, WebOS

Berbeda dengan sistem operasi pada smartphone atau tablet yang begitu ramai dibicarakan. Sistem operasi pada Smart TV mungkin kurang mendapat perhatian kita selama ini. Karena memang tidak ada sistem operasi yang dominan. Masing-masing memiliki sistem operasinya sendiri-sendiri. Namun di awal 2015 ini, terjadi sesuatu yang menarik perhatian para pengamat teknologi, terutama teknologi Smart TV di ajang pameran produk elektronik (CES, Consumer Electronics Show) tahunan di Las Vegas, Nevada. Masing-masing produsen Smart TV memamerkan produknya yang berbasis pada sistem operasi (OS) yang baru.

Antara Android TV-Firefox-Tizen-WebOS

Seolah perang besar dikalangan raksasa produsen Smart TV baru saja dimulai. Mereka berlomba merombak atau mengganti sistem operasi pada produk Smart TV buatannya. Dengan sistem operasi yang baru diharapkan mereka akan menghadirkan nilai lebih pada produk Smart TV-nya, seperti tampilan yang lebih cantik, fitur yang lebih lengkap, kemudahan dan kecepatan dalam mengkases setiap menu serta semakin luasnya dukungan aplikasi yang bisa diandalkan konsumen. Membuat smart TV produknya menjadi semakin “Smart”.

Tujuannya hanya satu, yaitu medapatkan konsumen sebanyak-banyaknya. Akhirnya semua kembali kepada anda, mana produk yang terbaik berdasarkan persepsi masing-masing dan tentunya sesuai dengan ukuran kantong anda.

Berikut nama-nama sistem operasi yang menjadi platform berbagai merk Smart TV beserta penggantinya.

1. LG – WebOS
Sebelumnya LG menggunakan Google TV / Netcast sebagai sistem operasi Smart TV-nya. Pada tahun 2013, Semua produk smart TV-nya menggunakan sistem operasi WebOS. Dan memasuki tahun 2015 kemarin, LG telah mengeluarkan versi baru WebOS-nya, yaitu  WebOS vesi 2.0.

LG Smart TV dengan sistem operasi WebOS 2.0

WebOS adalah sistem operasi berbasis Linux Kernel yang dibangun oleh Palm tahun 2009. WebOS merupakan penerus dari sistem operasi Palm (Palm OS). Kemudian di beli oleh HP (Hewlett-Packard) pada tahun 2010 dan WebOS dianggap sebagai aset utama dalam transaksinya. HP bermaksud menjadikan WebOS sebagai sistem operasi semua produknya seperti smartphone dan tablet. Namun hal ini tidak pernah terealisir dengan baik. Dan di akhir tahun 2011, HP menghentikan pengembangan sistem operasi WebOS, yang kemudian pada 2013 HP menjual sistem operasi WebOS ke LG yang kelak dijadikan sebagai sistem operasi utama pada Smart TV buatannya seperti yang kita lihat sekarang ini.

2. Panasonic – Viera connect > Firefox OS
Sebelumnya Produk Smart TV panasonic, Panasonic Viera Smart TV menggunakan sistem operasi sendiri yang dikenal dengan Viera connect. Namun kedepannya Panasonic akan menggunakan sistem operasi buatan Mozilla, yaitu Firefox OS. Panasonic berencana akan mengganti sistem operasi Viera connect ke Firefox OS pada semua Panasonic Viera Smart TV produksinya.
Memasuki 2015, Panasonic telah memproduksi beberapa produk Panasonic Viera yang menggunakan sistem operasi Firefox OS. Untuk pasar Indonesia model yang telah menggunakan Firefox sebagai sistem operasinya adalah seri CX700 dan CX600. Diantaranya: Model TH-49CX700G dan TH-50CX600G. Berikut tampilan model Viera dengan sistem operasi Firefox.

Panasonic Viera Smart TV dengan sistem operasi Firefox

(Model & Picture: Panasonic Indonesia, www.panasonic.com/id/)

3. Samsung – Tizen
Samsung termasuk produsen yang gencar melakukan inovasi. Dari smartphone, tablet hingga Smart TV masing-masing memiliki begitu banyak model dan varian. Dan terbukti, produk smartphone dan tablet Samsung mampu menyaingi pasar iPhone dan iPad. Untuk Smart TV, memasuki tahun 2015 Samsung akan menggunakan sistem operasi buatannya sendiri yang diberi nama Tizen. Sebelumnya Samsung menggunakan Smart Hub sebagai platform Smart TV produksinya.
Dan kelak semua produk Samsung termasuk smartphone dan tablet akan menggunakan Tizen sebagai sistem operasinya, bukan lagi Android.!! Menyadari potensi pasar yang dimilikinya, Samsung pun membuat sistem operasi sendiri.

Berikut beberapa model Smart TV Samsung yang sudah berbasis Tizen di Indonesia, diantaranya: J6300 Series 6, JS7200 Series 7, JU6400K Series 6.

Samsung Curved Smart TV dengan sistem operasi Tizen

(Source: www.samsung.com/id/)

4. Android TV – Sony, Sharp dan Philips
Ketiga raksasa ini pun telah mengumumkan untuk menggunakan Android TV sebagai sistem operasi pada produk smart TV nya. Sebelumnya (dan masih digunakan pada beberapa produknya) masing-masing menggunakan sistem operasinya sendiri. Sony dengan Sony Apps, Sharp dengan Smartcentral dan Philips dengan Net TV. Dan memasuki 2015 ketiganya telah beralih ke Android TV. Termasuk Nvidia, sebagai produsen graphics card, ikut beralih ke Android TV.

Lihat juga: – Apa itu Android TV, merk TV apa saja yang menggunakan android TV
– Android TV pada set top box. Hati-hati membeli set top box android

Sony telah menggunakan Android untuk smartphone buatannya dan Sony juga telah memasarkan beberapa jenis Smart TV Sony Bravia yang berbasis Android TV di Indonesia. Diantaranya seri X8300C, X8000C , S8500C, X9000C, W800C, X8500C.

Sony Bravia Smart TV dengan sistem Operasi Android TV

(Source: www.sony.co.id)

Sharp juga telah mengeluarkan produk Sharp Aquos berbasis Android TV untuk Indonesia, diantaranya: Model LC-65UE630X, LC-58UE630X, LC-50UE630X. Sedangkan model: LC-50UE1M, LC-55LE860M, LC-58UE1M berbasis Android 4.2.2.

Sharp Aquos Smart TV dengan sistem operasi Android TV

(Source: www.sharp-indonesia.com)

Untuk Indonesia, Smart TV Philips berbasis Android TV baru tersedia di Q4-2015.

Philips Smart TV dengan sistem operasi Android TV

Pilihan ketiga perusahaan besar ini, memilih Android sebagai sistem operasi untuk produk Smart TV nya, dianggap sebagai pilihan yang bijak. Seperti kita ketahui, lebih dari 80% pasar smartphone/tablet 2015 dikuasai Android. Keberhasilan Android dikarenakan sifatnya yang “open source” sehingga para developer pun bebas berkreasi menciptakan aplikasi berbasis Android ini.

Mobile market share 2015

Mobile market share 2015

Hasilnya bisa kita lihat, gudang Play store terasa penuh sesak, sampai bingung memilih aplikasi yang disediakan. Ibarat sebuah mini market, Google Play Store isinya paling lengkap dibandingkan yang lainnya.
Ini yang menjadi alasan ketiga perusahaan besar tersebut beralih ke Android. Sebagai contoh nilai lebih Smart TV yang berbasis Android TV adalah kelak sebuah game Android yang selama ini kita mainkan di smartphone atau tablet akan dengan mudah dimainkan di Smart TV tersebut tanpa harus dibantu perangkat atau aplikasi dari pihak ke tiga.
Pada akhirnya, pemenangnya adalah kita. Mereka bertarung untuk merebut perhatian kita, konsumennya.

(Source:


Artikel terkait:
– Apa itu Ultra HD atau 4K TV?
– Apa maksud Upscaling pada pesawat TV UHD / 4K?
– Yang perlu diketahui mengenai konten Ultra HD / 4K
– Mencari konten video 4K / Ultra HD di Youtube dan cara memainkannya
– Apa beda HDTV dengan UHDTV
– TV UHD termurah dan terkecil, LG 40UB800T
– Berbagi foto-audio-video dari laptop/PC ke Smart TV dengan DLNA
– LG Magic Remote Control – Masalah dan solusinya
– Membuka Facebook dan Twitter di Smart TV
– Apa itu Android TV, merk TV apa saja yang menggunakan android TV
– Android TV pada set top box. Hati-hati membeli set top box android