Antara Wi-Fi, Wi-Fi Direct dan Bluetooth

Dalam jaringan Wi-Fi, keberadaan akses point atau hotspot tidak dapat dihilangkan. Akses point menjadi perantara dalam jaringan Wi-Fi sehingga perangkat yang dilengkapi teknologi Wi-Fi dapat mengakses internet atau terkoneksi dengan perangkat lain yang menggunakan akses point yang sama. Tanpa akses point, teknologi Wi-Fi tidak berarti apa-apa. Sama seperti handphone, tanpa akses point yang dinamakan BTS (Base Transceiver Station [Transceiver singkatan dari Transmitter-Receiver]), handphone kita hanya sebuah benda yang tak berguna.

Wi-Fi dan Wi-Fi Direct

Koneksi antar perangkat digital secara langsung tanpa menggunakan kabel, selama ini masih didominasi oleh Bluetooth. Bluetooth masih bisa diandalkan selama tidak membutuhkan pertukaran data yang cepat, kapasitas yang besar serta jangkauan yang luas. Saya pernah mentransfer koleksi foto sekitar 100-an lebih dari smartphone ke laptop dengan menggunakan Bluetooth, waktu yang dibutuhkan hampir setengah jam.!!!

Atas dasar kebutuhan koneksi antar perangkat secara langsung tanpa menggunakan kabel atau akses point, untuk tujuan transfer data yang cepat, kapasitas yang besar  serta jangkauan lebih luas, Wi-Fi Direct hadir memenuhi kebutuhan ini.

Wi-Fi Direct tetap menggunakan teknologi koneksi wireless Wi-Fi ditambah fitur koneksi antar perangkat secara langsung tanpa membutuhkan jaringan internet atau akses point. Wi-Fi Direct bisa diidentikkan dengan teknologi Bluetooth namun tetap membawa keunggulan teknologi Wi-Fi, diantaranya:

  • Jangkauan yang lebih luas hingga 200 meter.
  • Transfer data yang lebih cepat hingga 250 MBps.
    Kecepatan ini tergantung dari standard teknologi Wi-Fi yang digunakan apakah 802.11/802.11.a/802.11.g/802.11.n serta karakteristik masing-masing perangkat dan keadaan lingkungan sekitar.
  • Menggunakan sistem keamanan WPS (Wi-Fi Protected Setup) dan WPA2 (Wi-Fi Protected Access).

Wi-Fi Direct kadang disebut juga dengan Wi-Fi P2P, sesuai fungsinya yang menghubungkan antar dua perangkat secara langsung (peer to peer).

Penggunaan Wi-Fi Direct pada Android.

Sebenarnya Google telah mengadposi Wi-Fi Direct sejak Android 4.0 Ice cream sandwich. Namun penerapan pada berbagai perangkat Android sampai sekarang masih masih belum bisa seperti Bluetooth. Hanya beberapa produsen saja yang dapat menerapkan Wi-Fi Direct dengan baik, sebagian besar masih membutuhkan aplikasi tambahan dari pihak ketiga.

Contoh yang bagus dalam hal ini adalah Samsung. Samsung telah menerapkan fitur Wi-Fi Direct dengan baik tanpa membutuhkan aplikasi tambahan. Penggunaannya persis seperti menggunakan Bluetooth saat mentransfer data ke perangkat lain. Berikut contoh video cara menggunakan Wi-Fi Direct pada Samsung untuk transfer data.

Namun ini sebatas pada perangkat Android sesama Samsung saja. Jika ingin transfer data menggunakan Wi-Fi Direct dengan perangkat android merek lain, kita tetap harus menginstall aplikasi dari pihak ke tiga di perangkat Android Samsung yang sama dengan aplikasi yang digunakan oleh perangkat android yang lain.

Pada sebagian besar perangkat Android, peggunaan Wi-Fi Direct masih membutuhkan aplikasi tambahan atau aplikasi dari pihak ke tiga. Sebagai contoh, kita ingin trasfer data dari perangkat Android ke laptop. Maka aplikasi dari pihak ke tiga harus terinstall di ke dua perangkat tersebut. Silahkan cari di Play store, cukup banyak aplikasi berbasis Wi-Fi Direct ini.


Artkel terkait:
– Antara Wi-Fi, WLAN dan LAN
– Membangun jaringan DLNA di rumah (DLNA Home Network)
Berbagi foto-audio-video dari laptop/PC ke Smart TV dengan DLNA
– Koneksi perangkat android ke laptop/PC dengan kabel USB
– Cara koneksi perangkat android ke laptop/PC tanpa kabel dengan AirDroid
– Cara mengaktifkan PC Link pada Asus Zenfone (Screen Mirroring)
Berbagi foto-audio-video dari smartphone atau tablet ke Smart TV dengan DLNA
– Apa itu Miracast, bedanya dengan DLNA, Wi-Fi Direct, Intel® WiDi, AirPlay dan Chromecast
– Apa itu NFC dan bagaimana cara menggunakannya