Antara Update, Upgrade dan Clean Install. Apa bedanya?

Update adalah satu cara untuk mengganti file-file yang lama dengan file-file yang baru dari sebuah software (aplikasi atau sistem operasi) pada sebuah komputer. Update sekedar bertujuan mengatasi masalah yang ada sebelumnya atau mengaktifkan fungsi tertentu sehingga kinerja software tersebut akan lebih baik. File-file yang diganti biasanya hanya berupa kode-kode saja yang dirilis sehubungan dengan masalah yang muncul pada software tersebut. File-file update ini akan terinstal secara otomatis atau manual tergantung setting-an pada perangkat kita. Dengan update ini software tersebut akan selalu up-to-date, idealnya seperti itu.

update-upgrade-clean install

Upgrade adalah cara untuk mengganti software yang lama dengan software edisi atau versi baru yang berasal dari produsen yang sama. Tidak ada yang berubah setelah melakukan upgrade kecuali pada software yang kita upgrade. Seperti panampilannya yang beda dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan software sebelumnya. File-file yang lama masih tetap ada dan setting-an komputer pun masih tetap seperti semula. Walaupun tidak wajib, mem-backup file kadang diperlukan ketika ingin melakukan upgrade ke sistem operasi yang baru.

Clean install adalah salah satu cara menginstal sistem operasi (OS) yang akan menghapus sistem operasi dan seluruh file yang ada di dalam hardisk yang dipakai sebelumnya (misalkan hardisk C:) selama proses instalasi berlangsung. Sebelum melakukan clean install kita akan membuat backup file dari drive C: atau memindahkannya ke hardisk yang lain. Karena pada Clean Install hardisk akan diformat sehingga benar-benar kosong dan siap di install sistem operasi yang baru. Setelah selesai dengan proses Clean Install, hardisk hanya terisi oleh sistem operasi yang baru, sama seperti saat perangkat PC pertama kali di gunakan, baru kemudian satu-satu kita instal program atau aplikasi yang kita butuhkan.

Ketika berurusan dengan sistem operasi (OS), antara Clean Install dan Upgrade mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengganti sistem operasi yang lama dengan sistem operasi yang baru. Jika penggatian sistem operasi ini dilakukan tanpa memformat hardisk C: serta tetap membiarkan file-file dan setting yang lama, ini dinamaan Upgrade. Program aplikasi sebelumnya tetap berjalan baik walaupun sistem operasinya telah diganti. Idealnya seperti itu, walaupun terkadang disebagian pengguna mengalami beberapa gangguan pada beberapa program aplikasinya saat dijalankan.

Jika penggantian sistem operasi dilakukan dengan cara menghapus sistem operasi sebelumnya dan semua file-file dan settingan sebelumnya (hardisknya diformat), ini dinamakan Clean Install, atau istilah lainnya install dari awal atau install dari nol. Sehingga setelah proses instalasi selesai yang terdapat dalam hardisk hanyalah sistem operasi yang baru. Baru kemudian kita menginstall ulang aplikasi-aplikasi atau program yang sebelumnya kita gunakan dalam perangkat kita. Jadi proses Clean install ini cukup lama dibandingkan proses pada upgrade. Karenanya Upgrade sering disebut juga “In-place Install”.

Pada banyak kasus dalam penggantian sistem operasi, cukup dilakukan dengan upgrade saja tidak perlu melakukan clean install. Karena prosesnya lebih mudah dan sederhana cukup dengan meng-upgrade file-file yang diperlukan dan tetap membiarkan file-file yang tidak ada hubungannya dengan proses upgrade. Sehingga program atau aplikasi yang selama ini ada, akan tetap berfungsi dengan baik. Contoh kasus semisal mengganti sistem operasi Windows 7 ke sistem operasi Windows 10 yang hanya dilakukan dengan cara upgrade saja.

Namun pada beberapa kasus yang lain terkadang proses upgrade sistem operasi berdampak pada file-file yang lain sehingga beberapa program atau aplikasi ikut terpengaruh. Dikarenakan file-filenya hilang atau korup. Jika dampaknya pada banyak program atau aplikasi kita yang lain sehingga pekerjaan kita terganggu, pilihan clean install adalah sulusinya.

Sehubungan dengan upgrade gratis ke Windows 10 yang sekarang ini masih hangat..(karena masih gratis sampai 29 Juli 2016), selain melakukan proses upgrade, sebaiknya download juga copy software atau file ISO Windows 10 jika suatu saat kita perlu melakukan clean install Windows 10 pada perangkat kita.


Artikel terkait:
– Windows 10: Hal yang perlu diketahui mengenai upgrade gratis ke Windows 10
– Windows 10: Cara upgrade ke Windows 10 dengan gratis
– Cara mendapatkan Notifikasi Get Windows 10 dari Microsoft
– Upgrade ke windows 10 tanpa menunggu notifikasi dari Microsoft
– Mengatasi problem Wi-Fi pada Windows 10
– Apa beda laptop, notebook, netbook, ultrabook, chromebook dan macbook
– Apa beda Phablet dan Tablet
– 5 hal yang perlu dilakukan setelah upgrade ke Windows 10
– Perbedaan antara Windows 10 dengan Windows 8 dan Windows 7
– Cara mengaktifkan fitur Cortana pada Windows 10 untuk wilayah di luar Amerika (US)
– Upgrade Kitkat ke Lollipop Asus Zenfone 5
– Upgrade Asus Padfone S (PF500KL) ke Lollipop
– Cara Backup dan Restore data android ASUS

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...