Android 6 Marshmallow dan fitur-fitur barunya

Oktober 2015 kemarin, Google kembali merilis versi terbaru sistem operasi robot hijaunya, Android 6. Nama yang dipakai masih tentang makanan, yaitu Marshmallow. Banyak fitur signifikan yang disematkan pada android 6 ini yang membuatnya sangat berbeda dari versi-versi Android sebelumnya. Berikut beberapa fitur tersebut.

Android Marshmallow

1. Google Now dengan fitur baru dan akses lebih mudah.

Google Now adalah aplikasi dari Google yang bekerja berdasarkan perintah suara yang kita berikan. Kita bisa meminta Google Now untuk set alarm, buka aplikasi atau melakukan pencarian di mesin pencari Google. Mirip seperti Siri pada Apple iOS atau Cortana pada Windows 10.

Pada Android 6, Google Now tidak sekedar bekerja berdasarkan perintah suara yang diberikan, namun juga mampu menyediakan informasi tambahan berdasarkan apa yang ada di layar perangkat android kita atau apa yang sedang kita kerjakan. Untuk mengkatifkannya cukup dengan menekan tombol Home agak lama, kemudian akan muncul beberapa kartu (jendela) yang mereferensikan beberapa link lain yang sesuai dengan apa yang kita kerjakan.

Misalkan kita sedang melihat informasi tentang film James Bond terbaru, Spectre, pada sebuah web atau blog. Jika kita aktifkan Google Now (dengan menekan tombol Home agak lama) akan muncul beberapa link yang bersesuaian dengan film yang sedang kita lihat. Seperti link ke situs IMDB tentang film tersebut, link ke Youtube untuk melihat trailer-nya atau Wikipedia dan bahkan link Google Maps yang menunjukkan lokasi bioskop terdekat yang sedang memutar film tersebut, jika memang tersedia di lokasi kita.

Android 6 Marshmallow: Fitur Google Now

2. Dukungan otentikasi sidik jari (Fingerprint)

Google menyertakan fitur pembacaan sidik jari pada Android 6 sebagai salah satu sistem keamanan masa depan. Cukup dengan menempelkan jari ke pembaca sidik jari (fingerprint scanners) yang terdapat pada perangkat Android, kita bisa masuk (un-lock) ke perangkat kita atau melakukan pembayaran dengan Android Pay. Pengguna bisa berbelanja engan aman karena tidak akan terjadi transaksi pembayaran tanpa sidik jari pemilik perangkat tersebut.

Beberapa produsen smartphone android telah menyertakan pembaca sidik jari pada smartphone produksinya, khususnya produsen Nexus 5X dan Nexus 6P. Seperti LG Nexus 5 pada gambar berikut. Dan Google pun telah menetapkan standar minimum bagi alat pembaca sidik jari agar bisa mendapatkan sertifikasi “Pass” dari Google.

LG Nexus 5X-fingerprint scanner

3. Doze, manajemen konsumsi battery yang cerdas.

Google sepertinya sangat serius dengan konsumsi battery ini. Ditambah lagi banyaknya keluhan dari pengguna Android 5 Lollipop yang mengatakan penggunaan battery-nya sangat boros. Dan Google meresponnya dengan aplikasi khusus dalam Android 6 Marshmallow.

Aplikasi ini dinamakan dengan Doze, yang akan mengatur konsumsi battery perangkat smartphone kita. Doze akan mengetahui kondisi perangkat smartphone sedang digunakan atau tidak. Dalam kondisi tidak digunakan Doze bekerja menyetop semua kegiatan aplikasi dibelakang layar. Doze juga dapat memilah mana update yang penting dan mana yang tidak. Aplikasi-aplikasi yang terdapat di smartphone tidak bisa sembarangan melakukan update. Sehingga konsumsi battery betul-betul dikontrol.

Doze, artinya mengantuk atau terlelap. Saat kondisi smartphone kita ‘ngantuk’ atau ‘terlelap’, Doze mulai bekerja. pas banget namanya. Hasilnya, dalam semalam perangkat lain bisa rugi 15 – 25 persen konsumsi battery-nya , dengan Android Marshmallow perangkat hanya kehilangan 3 – 5 persen saja.

4. Support USB Type-C

Android Marshmallow juga telah mendukung USB Type-C. Standar baru dari  kabel USB yang memiliki kemampuan transfer data dan proses pengecasan/pengisian battery yang lebih cepat dari USB sebelumnya. Juga dapat melakukan dua hal sekaligus, misalkan disamping transfer data juga dapat melakukan pengecasan.

Satu keunikan yang dimiliki USB Type-C ini adalah konektornya dapat ditancapkan bolak-balik (reversible). Tidak ada orientasi khusus, dipasang menghadap ke atas atau menghadap ke bawah, sama saja, tidak ada pengaruhnya. Berbeda dengan pendahulunya yang jika dipasang terbalik, konektor tidak bisa masuk.

USB Type-C

Namun saat ini belum banyak perangkat android yang menggunakan USB Type-C ini, kebanyakan masih menggunakan USB 2.0. Namun setidaknya dengan Android Marshmallow ini Google telah mengantisipasi pperkembangan dimasa mendatang. Istilahnya “Futureproof”.

Beberapa bulan ke depan, jangan keget ketika anda membeli smartphone Android baru dan menemukan jenis konektor USB-nya berbeda dengan smartphone kepunyaan anda sebelumnya. Saat ingin mengecasnya, anda ragu kok konektornya bisa ditancapkan bolak-balik.

Smartphone Android yang sudah memiliki konektor USB Type-C ini diantaranya LG Nexus 5X dan Oneplus-one. (Lihat versi dan jenis USB)

5.  App Permissions

Sebelumnya jika kita menginstall sebuah aplikasi, kita harus mengijinkan aplikasi tersebut untuk mengkases data atau komponen dari perangkat android kita, seperti photo, lokasi, nomor kontak, camera, mikrofon dan sebagainya. Namun pada Android Marshmallow tidak lagi. Setiap aplikasi yang kita install harus ijin kita dulu apakah boleh mengakses komponen atau data yang kita miliki. Kita bisa menentukan apakah yang diminta tersebut memang diperlukan atau tidak. Berbahaya atau tidak jika data atau komponen perangkat kita diakses oleh aplikasi tersebut. Semua di bawah kendali kita.

Android 6 Marshmallow: App Permissions

Fitur ini dinamakan App Permissions yang membuat perangkat android kita lebih terjaga keamanannya.

6. Akses System UI Tuner

Jika kita lihat ke layar bagian paling atas perangkat android kita, di sana terdapat jam, gambar bettery, sinyal, wi-fi, alarm jika kita set alarm, bluetooth atau gambar pesawat jika kita aktifkan bluetooth dan airplane mode. Di bagian sebelah kirinya, kadang kita melihat notifikasi upload / download jika kita sedang upload / download, screenshot jika kita habis melakukan screenshot, atau gambar backup jika kita sudah lama tidak melakukan backup, dan sebagainya. Ini dinamakan Status Bar. Status Bar ini tidak bisa kita modifikasi. Untuk memodifikasinya kita harus masuk ke System UI (User Interface) dengan cara rooting dan flashing. Ini tentu jauh lebih rumit.

Pada Android 6 Marshmallow kita diberi kesempatan untuk mengkases System UI ini. Kita bisa melakukan modifikasi pada status bar dan menu Quick Settings atau Pulldown Menu agar sesuai dengan selera kita. Misalkan setiap habis melakukan screenshot, selalu ada notifikasi screenshot di status bar. Jika kita merasa terganggu dengan notifikasi ini, bisa kita hapus melalui System UI Tuner. Pada Android 6 ini, kita tidak perlu melakukan rooting dan flashing untuk memodifikasi status bar dan menu Pulldown atau Quick Settings.

Untuk mengakses System UI Tuner ada cara khusus. Kita bahas lain waktu.

Android 6 Marshmallow: Akses System UI Tuner

Sebenarnya masih banyak fitur yang ditawarkan oleh Android 6 Marshmallow ini. Namun kiranya itu dulu yang kita ambil untuk menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari Android versi-versi sebelumnya.


Artikel terkait:
– Macam-macam versi Android dan fitur-fiturnya
– Mengaktifkan USB Debugging dan memunculkan menu Developer options pada android
– Cara menyembunyikan Menu Developer option (Opsi pengembang) pada android
Cara melacak perangkat android yang hilang dengan Android Device Manager
– Berbagai jenis dan versi kabel USB
– Cara install dan menggunakan Whatsapp pada perangkat android tanpa simcard
– Cara mengetahui nama dari versi Android pada smartphone/tablet
– Sistem Operasi [OS] pada Smart TV 2015: Android TV, Firefox, Tizen, WebOS
Upgrade Kitkat ke Lollipop Asus Zenfone 5
– Upgrade Asus Padfone S (PF500KL) ke Lollipop
– Panduan Update dan Upgrade firmware Android Asus
– Android N dan fitur-fiturnya, sistem operasi Android terbaru 2016